Belakangan ini eksistensi Batik di pasaran dalam negeri kian diminati oleh berbagai kalangan, hal itu terbukti dari banyaknya pengunjung yang menyambangi stand-stand yang menjual beragam pakaian dan aksesoris yang berbahan dasar batik di ajang Jakarta Fair Kemayoran (JFK).Menurut Ade (37) salah seorang penjaga stand yang menjual batik di ungkapkan bahwa selama dirinya ikut dalam pameran di JFK banyak sekali pengunjung yang membeli Batik, dan bahkan memesan untuk dijual lagi. “ Dan diantara pemesan tersebut malah ada yang datang dari luar kota Jakarta ” ucapnya.
Selain itu demi memenuhi permitaan pasar yang semakin meningkat para produsenpun tidak mau ketinggalan. Yang dulunya Batik dibuat secara trasional sekarang batik sudah diproduksi secara modern dan masal. Pemerintahpun juga tidak mau ketinggalan untuk turut ambil bagian dalam upayanya membangkitkan industri Batik dalam negeri, mengingat beberapa waktu yang lalu Batik sempat diklaim oleh negara tetangga sebagai warisan budayanya. Untuk itu, pemerintah berupaya agar Batik diakui dunia sebagai kekayaan Indonesia, yaitu dengan cara mendaftarkan ke UNESCO, yang kemudian akhirnya diputuskan bahwa Batik sebagai warisan kebudayaan dunia.
Sementara di hall C arena JFK, disebutkan oleh Yono (35) seorang penjaga stand pakaian Batik kalau Batik itu sebenarnya sudah ada dari zaman dulu. Walaupun diakuinya, dahulu Batik dipakai pada acara-acara tertentu dan yang memakainya pun juga hanya orang-orang dari daerah tertentu saja. Tetapi sekarang Batik sudah dipakai semua orang dari berbagai kalangan, bahkan para pejabat negara lain juga pernah memakai Batik seperti Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton “ ucapnya.
Lebih jauh Yono juga memprediksikan bahwa dirinya sangat yakin kalau kedepanya Batik akan menjadi komoditas yang sangat menjanjikan, “ karena Batik cocok dipakai oleh siapa saja dan dalam acara apaun “ pungkasnya. (Toto m)
| < Prev | Next > |
|---|




