Peran Laboratorium selama ini diketahui sangat besar dalam menunjang kerja para dokter dalam upayanya untuk mengetahui jenis penyakit yang diderita seorang pasien. Di ungkapkan oleh dr. Agus Sundoko Sp pk, salah seorang petugas Laboratorium di Rumah Sakit Usada Insani, Tangerang, bahwa untuk mengetahui penyakit yang dialami oleh seorang pasien ini, hal tersebut dapat diteliti oleh laboratorium dengan beberapa cara, diantaranya dengan mengambil sample darah, urine dan juga Feses atau kotoran si pasien.Ketika kabarnusantara.com menyambangi ruang kerjanya, dr Agus, panggilan akrab Agus Sundoko menuturkan, bahwa dari pengujian sample darah seseorang, dokter bisa mendeteksi berbagai jenis penyakit yang diderita oleh pemilik darah tersebut. Diantaranya adalah berbagai penyakit menular seperti TBC, Malaria, Demam berdarah, H1n1, H5N1, dan masih banyak lagi. “ Tetapi yang perlu diketahui oleh masyarakat, bahwa yang bisa di deteksi oleh laboratorium yaitu kuman atau virusnya dan bisa juga anti bodi yang ada dalam darah tersebut “ ucap dr Agus.
Lebih jauh dijelaskan olehnya, bahwa untuk mengetahui hasil pemeriksaan darah seseorang di laboratorium itu harus melalui beberapa tahapan proses. “ Diantaranya adalah tahap Pra analytic, yaitu saat pengambilan darah atau sebelum dicek oleh laboratorim. Lalu tahap kedua adalah Analytic, yakni waktu diuji dilabolatorium dan yang terakir yakni tahap setelah Analytic, yaitu hasil dari analisa laboratorium “ terangnya.
Adapun apabila terjadi ketidakakuratan analisa, terutama yang menyangkut kadar trombosit tambah Agus, biasanya kesalahan terjadi pada tahap pengambilan darah dari tubuh si pasien. “ Mengingat darah mudah sekali menggumpal atau membeku, sehingga apabila darah membeku maka kadar trombositnya akan menurun “ pungkasnya.(Toto m)
| < Prev | Next > |
|---|




